Viralin kuys

Viralin kuys

Share

selalu update ikuti terus�

26/01/2026

Pelaku ajak berkebun terhadap anak tirinya Bunga (17) yakni N (40) ayah tiri korban warga Kota Sumenep, melakukan tindakan ajak berkebun tiga tahun lalu.. Saat ini Bunga sudah berusia 17 tahun, saat perbuatan itu dilakukan. usia Bunga masih 14 tahun. 🥺😱

"N melakukan perbuatan itu sejak Bunga usia 14 tahun, dan dilakukan di rumahnya sendiri ketika isterinya (S) yang merupakan ibu kandung Bunga tertidur," paparnya, Menurut penjelasan tersangka, ketika itu ketiganya tidur satu ranjang, dan ketika malam G terbangun dan meminta Bunga untuk menggaruk punggungnya. Saat itulah timbul pikiran jahatnya terhadap anak tirinya itu (Bunga). Peristiwa itu terus terjadi selama 3 tahun yakni tahun. Terakhir pada Bulan Januari 2026. N kembali mengajak berkebun Bunga dengan ancaman akan menghabisi jika melaporkan kepada orang lain termasuk pada S yang merupakan ibu Bunga. "Apalagi jika Bunga menolak, N kembali mengancam akan menghanisi. Karena sudah tidak tahan dan truma, akhirnya Bunga melaporkan peristiwa menyakitkan itu kepada ibunya (S). hal itu membuat S naik pitam dan langsung melaporkan kepada Petugad Sumenep," ungkapnya. Petugas Sumenep langsung melakukan penangkapan terhadap N di rumahnya sendiri yakni di daerah Kota Sumenep tanpa perlawanan. Petugas menangkap N dengan barang bukti berupa sebuah baju daster lengan pendek warna biru bermotif batik kuning, yang dipakai Bunga saat kejadian.

24/01/2026

Happy weekend

24/01/2026

Innalillahi wainnailaihi rojiun

24/01/2026

Pilunya Menyayat Hati 💔
Diduga imbas keberanian sang ibu menyuarakan kritik, dua anak harus menahan lapar selama tiga hari.
Suasana haru dan tangis menyelimuti dua murid di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Mereka bukan berbuat salah, bukan p**a melanggar aturan sekolah. Dugaan sementara, penderitaan itu terjadi hanya karena ibu mereka berani menyampaikan kekecewaan terhadap buruknya pelayanan program MBG di media sosial.
Akibatnya, anak-anak yang sama sekali tak memahami persoalan tersebut justru diduga tak menerima jatah makanan selama tiga hari berturut-turut.
Peristiwa ini pun memantik amarah dan tanya publik:
sampai kapan suara orang tua harus dibayar dengan penderitaan anak-anak yang tak bersalah?

Photos from Viralin kuys's post 23/01/2026

Momen lamaran El Rumi dan Syifa Hadju tak hanya mencuri perhatian karena kisah cintanya, tapi juga karena kehadiran dua sosok bunda yang ikut jadi sorotan. ✨
Bunda Maia dan Mulan tampil anggun, elegan, dan penuh wibawa di hari bahagia tersebut.
Netizen pun ramai membicarakan aura, gaya, dan kehadiran keduanya yang dinilai membawa suasana hangat dan penuh makna keluarga.
Satu momen, dua bunda, dan satu kebahagiaan yang menyatukan perhatian publik.
Menurut kamu, siapa yang paling mencuri perhatian di momen ini? 💬👇

22/01/2026

Di sebuah SD sederhana di Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi, Seorang Guru h0n0rer bernama Tri Wulansari.
Usianya 34 tahun.
G4j!nya kecil.

Tapi mimpinya besar Anak² desa tumbuh tertib dan punya masa depan lebih baik.
Ia datang paling pagi, p**ang paling sore.
Mengajar dengan hati, meski profesinya jarang dihargai.

Menjelang libur, Tri hanya berpesan:
“Masuk sekolah, rambut dipotong rapi. Jangan disemir.”
Bukan soal gaya, tapi soal disiplin.
Hari masuk tiba.
Masih ada yang melanggsr.
Satu anak marah dan berkata kasar.
Tri kaget, refleks menepuk mulut anak itu agar perkataan kasarnya berhenti.
Tak ada Luka, tak ada darah.
Namun kisahnya berlanjut ke kantor poL!si.
Seorang Guru honorer ini kini berstatus tersangka.
Jika guru tak boleh menegur,
t4k boleh mendisiplinkan,
lalu siapa yang membentuk karakter anak² kita?

Tri bisa saLah.
Tapi ia bukan penj4hat.
Ia hanya guru kecil yang ingin muridnya tumbuh baik.
Ini bukan soal rambut.
Ini soal nasib guru dan masa depan pendidikan. 💔
Jika kamu peduli, seb4rkan.
Biar suara guru kecil juga didengar. 😭

21/01/2026

Kabar Yang berseliweran ternyata bukan hoax ini kebenaran,Tapi apapun tidak ada yang disembunyikan semua disah kan , bukan menjadi simpanan ☺️ yang penting Istri istri yang lain setuju dan Bapak ini juga menjadi suami tipe yang adil dan setia terhadap istri Istri nya.
Jadi yang melihat jangan menghujat selagi tidak merugi pihak mana pun😁🙏

21/01/2026

Di Kumpeh, Jambi, ada seorang guru honorer bernama Tri Wulansari, 34 tahun.
Bukan pejabat. Bukan orang berada.
Hanya guru SD biasa, gajinya kecil, hidupnya pas-pasan, tapi tiap pagi berdiri di depan kelas dengan satu keyakinan: anak-anak ini harus jadi manusia beradab, bukan cuma pintar baca tulis.

Hari itu, ia menegur muridnya soal kedisiplinan.
Soal rambut. Soal ucapan kasar.
Soal adab.

Anak itu membantah. Mulutnya kasar.
Dan di situlah emosi manusiawinya pecah.

Satu tamparan.
Bukan sampai berdarah.
Bukan sampai pingsan.
Tapi cukup untuk membuat segalanya runtuh.

Orang tua murid melapor.
Polisi memproses.
Dan negara berkata:
“Ini kekerasan terhadap anak.”

Tri Wulansari resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Bukan hoaks.
Bukan karangan.

Pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dibacakan.
Nama baiknya langsung tamat.
Pengabdiannya bertahun-tahun tak dihitung.

Ia memang tidak ditahan.
Tapi status tersangka itu lebih kejam dari borgol.

Mediasi sudah dicoba.
Restorative justice sudah ditawarkan.
Tapi keluarga murid menolak damai.

Maka hukum jalan terus.

Dan di sinilah hati siapa pun yang masih punya nurani akan teriris.

Seorang guru honorer
yang hidupnya sendiri sudah susah
yang datang paling pagi dan p**ang paling sore
yang mendidik anak orang dengan gaji receh

hari ini diperlakukan seperti penjahat.

Padahal ia tidak datang ke sekolah membawa niat jahat.
Ia datang membawa niat mendidik.

Tapi hukum tidak mengenal niat.
Hukum hanya mengenal pasal.

Orang Batak bilang begini:

> “Kalau guru sudah takut menegur,
anak sudah kebal dinasihati,
orang tua cepat melapor polisi,
lalu siapa lagi yang kita harapkan
membentuk akhlak generasi ini?”

Ini bukan pembenaran tamparan.
Salah tetap salah.

Tapi ini juga bukan perkara hitam putih.

Negara hari ini keras kepada guru kecil.
Tapi sering tumpul kepada pelaku kejahatan besar.

Tri Wulansari bukan malaikat.
Tapi jelas dia bukan penjahat.

Ia hanya guru miskin
yang ingin muridnya punya disiplin dan etika.

Kalau orang seperti ini kita patahkan hidupnya,
jangan heran kalau besok
tak ada lagi guru yang berani mendidik dengan hati.

Dan kalau itu terjadi…

Tamatlah riwayat pendidikan kita.

21/01/2026

Menolak lupa Keluarga Cendana ‼️
Inilah Potret Keluarga Cendana, yang terdiri dari:
Ayah : Letnan Jendral TNI Soeharto
Ibu : Siti Hartinah dan ke-6 Anaknya.

Ke-6 Anak-Anaknya Bapak Soeharto & Ibu Tien masih lengkap dan mereka masih selalu membagikan potret kekompakan Keluarga besar cendana.

21/01/2026

Mat sholeh asal kota kendal mengatakan perbuatan ini sudah di lakukan delapan kali 😱. Semuanya di lakukan di rumah saat kondisi sepi sang kakek mengatakan Karena tidak tahan dengan cara berpakaian cucunya kata pelaku. mat Soleh sendiri tinggal bersama korban yang merupakan cucu kandungnya sedangkan orang tua korban bekerja di luar negeri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Mat Soleh mendekam di sel tahanan. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan tersangka.

21/01/2026

"Dua wanita, satu cinta, dan satu duka yang tak tertanggungkan. Di depan pintu itu, mereka melepaskan segalanya, kecuali harapan bahwa jasad di dalam sana bukanlah dia."
Dua wanita, istri pertama dan istri kedua berdampingan di depan ruang identifikasi k0rb4n bandara. Wajah mereka pucat, mata sembab dipenuhi air mata yang tertahan. Tidak ada pertengkaran, tidak ada kecemburuan, hanya kesedihan yang sama, doa yang sama. Tangan mereka gemetar saat menunggu satu nama disebut. Di antara harapan dan ketakutan, mereka menunggu kepastian paling menyakitkan: apakah jasad yang ditemukan adalah suami yang mereka cintai, atau harapan itu masih boleh hidup sedikit lebih lama. Suasana sunyi, dingin, dan penuh duka, seolah waktu berhenti di detik paling meny4kitkan dalam hidup mereka.

"Langit mungkin runtuh bagi mereka hari ini, namun dalam kehancuran itu, mereka saling menguatkan dengan keheningan yang paling jujur."

"Cinta mereka tidak lagi memperebutkan tempat di hati sang pria, melainkan memperebutkan sisa-sisa doa agar keajaiban masih punya jalan untuk p**ang."
Duk4 tidak mengenal urutan; ia hanya mengenal kehilangan. Di depan pintu identifikasi itu, status menjadi hambar, yang tersisa hanyalah dua manusia yang sedang r4pvh karena rindu yang ter4ncam ab4di."

Website