Kendari Lokal
Berita Update dan Terbaru di Wilayah Sulawesi Tenggara
11/08/2026
“KEMERDEKAAN UNTUK SIAPA?” 🇮🇩
Di bawah terik matahari, peserta upacara berdiri tegak.
Menahan panas, menahan lelah, demi menghormati merah putih.
Di tempat lain, ada yang duduk nyaman di bawah tenda.
Ada makanan, buah, dan minuman yang tersedia.
Yang membuat hati bertanya bukan soal snack atau tenda…
tapi tentang rasa adil.
Bukankah kemerdekaan seharusnya mengajarkan kita bahwa semua orang punya kedudukan yang sama?
FBPro Indonesia 🇮🇩
08/08/2026
KENDARI - Kepolisian Resor (Polres) Kota Kendari menerima laporan kehilangan seorang wanita bernama Hesty Damayanti (23), warga Jalan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Korban dilaporkan hilang oleh ibu kandungnya, Sulaeha, setelah tidak kembali ke rumah sejak Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan keterangan pelapor dalam Surat Keterangan Orang Hilang Nomor: 42/VIII/2026, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WITA. Korban diketahui pergi menuju tempat kerjanya di ritel Indomaret untuk mengurus proses pengunduran diri.
Upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak keluarga dengan menyisir lokasi tempat kerja korban serta menghubungi kerabat dan teman-temannya. Namun, hingga saat ini keberadaan korban belum diketahui.
Saat pergi, Hesty tercatat mengenakan baju kemeja berwarna cokelat muda. Adapun ciri-ciri fisiknya meliputi tinggi badan sekitar 150 cm, postur tubuh padat berisi, kulit putih, mata bulat, serta rambut hitam panjang lurus.
Masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai keberadaan Hesty Damayanti diimbau untuk segera menghubungi Call Center SPKT Polres Kendari di nomor 110 / 0821-8871-8179 atau pihak keluarga melalui nomor 0851-2905-1844.
07/08/2026
DAFTAR DAN MERIAHKAN ADHYAKSA SULTRA RUN 2026!
Saatnya berlari, meriahkan, sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 dalam ajang Adhyaksa Sultra Run 2026!
Bukan sekadar lari, tetapi juga kesempatan untuk membawa pulang hadiah menarik!
HADIAH UTAMA:
3 Paket Umrah
Uang tunai untuk juara 1, 2, dan 3
DOORPRIZE:
2 unit Yamaha Mio M3
2 unit sepeda gunung
2 unit kulkas
2 unit sepeda listrik
2 unit mesin cuci
PENDAFTARAN
• 5K: Rp150.000
• 10K: Rp200.000
Jangan hanya jadi penonton! Ajak keluarga, sahabat, dan komunitasmu untuk ikut berlari dan merasakan kemeriahan Adhyaksa Sultra Run 2026.
Daftar sekarang, siapkan langkahmu, dan jadilah bagian dari kemeriahan Adhyaksa Sultra Run 2026!
Informasi & Pendaftaran:
0821-3272-8389
0877-4946-2398
0822-9248-9661
Atau, hubungi melalui DM:
Adhyaksa Runner Sultraid
ADHYAKSA SULTRA RUN 2026 — LARI, SEHAT, BERSAMA, DAN RAIH HADIAHNYA!
KONAWE – Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (28/7/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.
Rumah milik Ahmad Sabri (41) itu terbakar saat dalam keadaan kosong. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari bagian dapur.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WITA ketika seorang warga, Tina (64), mencium bau karet terbakar dan melihat kepulan asap tebal keluar dari arah dapur rumah korban. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, mertua korban, Darma (60), bersama sejumlah warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap seluruh bangunan.
Warga kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran. Sekitar pukul 13.40 WITA, personel Damkar bersama anggota Polsek Unaaha tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Berkat kerja sama petugas Damkar, personel Polres Konawe, Polsek Unaaha, serta bantuan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.05 WITA.
Kepala Humas Polres Konawe, Aipda Ahmad Saiful, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, satu unit rumah beserta seluruh perabotan dan barang berharga di dalamnya ludes dilalap si jago merah.
"Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan api berasal dari arus pendek listrik di bagian dapur, kemudian dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan," ujar Ahmad Saiful.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Polres Konawe juga mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah serta menggunakan peralatan elektronik sesuai standar keamanan guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Kendari – Kejadian berdarah mengguncang kawasan pedestrian MTQ Kendari pada Senin dini hari, 27 Juli 2026. Seorang pemuda berusia 21 tahun tewas setelah menjadi sasaran penikaman oleh orang tak dikenal, usai terlibat bentrokan antarkelompok pemuda.
Korban yang diketahui bernama Muh Kifli, warga Kelurahan Puuwatu, sempat berjuang mati-matian menyelamatkan diri meski sudah tertusuk senjata tajam di bagian dada kiri. Dalam kondisi bersimbah darah, ia nekat melompat ke dalam selokan di sekitar lokasi untuk menghindari kejaran pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula dari keributan di Jalan Tebaununggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Adu mulut antar dua kelompok pemuda tiba-tiba memanas dan berubah menjadi perkelahian fisik. Di tengah kekacauan itu, salah satu pihak diduga mengeluarkan senjata tajam dan langsung menusukkannya ke dada kiri korban.
Melihat Kifli terjatuh terluka parah, para pelaku segera meninggalkan tempat kejadian perkara. Warga yang menyaksikan kejadian itu segera bertindak cepat, mengangkat korban keluar dari selokan dan memberikan pertolongan pertama.
"Luka ada di dada kiri. Informasi yang kami terima, korban sudah meninggal saat dalam perjalanan atau sesampainya di RS Bhayangkara," ujar saksi mata berinisial S.
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Namun sayang, nyawa pemuda ini tidak tertolong lagi saat tiba di rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum dapat memastikan apa yang menjadi pemicu keributan maupun identitas pelaku penikaman. Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya. Saat ini aparat sedang memburu pelaku yang masih melarikan diri.
KENDARI – Seorang residivis berinisial AS kembali harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pelaku ditangkap oleh Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra usai memalak pemilik hotel di Jalan Bunga-Bunga, Kelurahan Tipulu, Kendari Barat, Jumat (24/7/2026) pukul 23.10 WITA.
Aksi pemalakan ini menyasar pemilik hotel, JM, beserta istrinya, IH. Pelaku AS yang datang dalam keadaan mabuk meminta uang secara paksa kepada korban untuk membeli minuman keras. Penolakan dari korban memicu adu mulut hingga pelaku mengancam dengan mengeluarkan sebilah pisau lipat.
Saksi di lokasi kejadian berinisial EK sempat melerai dan memeluk pelaku untuk mengamankan sajam tersebut. Saat petugas patroli tiba, sempat terjadi aksi kejar-kejaran sebelum pelaku berhasil dibekuk. Pelaku sempat membuang pisau lipatnya ke saluran air (got), namun berhasil ditemukan kembali oleh petugas.
Selain membawa senjata tajam, pelaku yang mengendarai motor Yamaha Mio M3 ini juga sempat menabrak seorang warga (MW) di depan hotel sebelum melakukan aksinya. Di sepeda motor pelaku, polisi juga menemukan satu botol miras jenis arak.
Diketahui, pelaku AS baru saja bebas pada bulan April 2026 lalu setelah menjalani vonis 1 tahun 6 bulan penjara atas kasus penganiayaan.
Saat ini pelaku, barang bukti, serta korban dan saksi telah dibawa ke Mapolresta Kendari untuk penanganan hukum lebih lanjut.
BUTON UTARA – Kepulan asap hitam pekat dan kobaran api memecah kesunyian Jalan Poros Labuan–Maligano, tepatnya di Desa Labuko, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Jumat (24/07/2026) siang sekira pukul 14.30 WITA. Sebuah mobil minibus berwarna biru tua ludes dilalap api, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Elanur (28), kendaraan itu baru saja melintas keluar dari Pelabuhan Feri Desa Labuan Bajo menuju Kecamatan Kambowa, ketika tiba-tiba percikan api muncul dari bagian bawah mobil.
"Api terlihat mulai menyala dari kolong kendaraan, lalu seketika membumbung tinggi. Kami berteriak histeris memberi tahu pengemudi agar segera berhenti," ujar Elanur, Sabtu (25/07/2026).
Mendengar peringatan warga, pengemudi segera menghentikan laju kendaraan sekitar 200 meter dari lokasi saksi melihat kejadian. Tiga orang penumpang yang ada di dalamnya seketika berhamburan keluar, sempat menyelamatkan barang bawaan seadanya sebelum api dengan cepat membesar dan melahap seluruh badan mobil.
Warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu langsung bergerak bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sekira pukul 14.45 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya, namun sisa kendaraan tinggal kerangka hangus hingga merek dan pelat nomornya tak lagi dapat dikenali.
Di tengah musibah yang menimpa, kisah haru justru muncul. Ternyata ketiga penumpang tersebut sedang bergegas menuju Kecamatan Kambowa untuk menghadiri pemakaman keluarga. Meski baru saja lolos dari ancaman bahaya dan dalam keadaan terguncang, mereka tetap bertekad melanjutkan perjalanan.
Melihat hal itu, seorang warga setempat bernama Serda Sardina berbaik hati mengantar mereka ke lokasi tujuan agar tetap dapat memberikan penghormatan terakhir kepada kerabat tercinta.
Kapolsek Wakorumba Utara menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah turun ke Lokasi Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, penyebab pasti timbulnya api masih belum diketahui dan sedang dalam penyelidikan mendalam.
#
KENDARI – Niat dua personel Polsek Soropia untuk mendamaikan perselisihan antarwarga di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), justru berujung petaka. Seorang pria berinisial GR (34) nekat menyerang polisi menggunakan senjata tajam jenis badik saat proses mediasi berlangsung di rumah Kepala Desa Atowatu, Kecamatan Soropia.
Aksi nekat tersebut membuat kedua anggota polisi nyaris menjadi korban. Beruntung, pelaku akhirnya berhasil ditangkap Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari bersama personel Polsek Soropia pada Kamis (23/7/2026) sore.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, menjelaskan insiden bermula pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, Bhabinkamtibmas Desa Atowatu, Aiptu Zainal, bersama Kanit Patroli Aiptu Agus Saputra sedang memimpin mediasi terkait dugaan kasus pencemaran nama baik yang melibatkan warga setempat.
"Di tengah proses mediasi yang dihadiri perangkat desa dan pihak yang berselisih, pelaku GR tiba-tiba datang dan memprovokasi suasana. Petugas kemudian meminta yang bersangkutan meninggalkan lokasi karena situasi mulai tidak kondusif," ujar Malau, Jumat (24/7/2026).
Bukannya mengindahkan permintaan petugas, GR justru tersulut emosi. Ia menendang kursi sebelum meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, pelaku kembali ke halaman rumah kepala desa dan kembali membuat keributan.
Saat Aiptu Zainal dan Aiptu Agus berusaha menenangkan sekaligus mengamankan situasi, GR mendadak mencabut badik yang diselipkan di pinggangnya.
"Pelaku langsung mengayunkan badik ke arah Aiptu Zainal hingga merobek baju dinas yang dikenakannya," jelas Malau.
Tak berhenti sampai di situ, GR juga sempat mengejar Aiptu Agus. Beruntung, warga yang berada di lokasi sigap menghalangi aksi pelaku sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Setelah itu, GR melarikan diri dari tempat kejadian.
Usai menerima laporan, personel Polsek Soropia bersama Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hasilnya, GR berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.
KENDARI – Warga Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dibuat geger oleh penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar indekosnya, Jumat (24/07/2026) sore.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Puluhan orang memadati lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi jenazah yang dilakukan aparat kepolisian.
Petugas yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi (police line) guna mengamankan area. Selanjutnya, tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memastikan penyebab kematian korban.
Salah seorang warga setempat, Amore, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, korban yang berjenis kelamin laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kos.
"Korban ditemukan dalam posisi tergantung di dalam kamar," ujar Amore saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Aparat juga masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pendalaman di lokasi kejadian.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab peristiwa tersebut dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih berlangsung.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when Kendari Lokal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.
