Majlis Taklim Muslimah
Komunitas Dakwah Muslimah
13/03/2025
Teman Sejati Itu Bernama Al Qur'an
Apa yang terbayang dibenak kita, saat mendengar kata teman sejati?
Selalu ada kapan saja dibutuhkan?
Selalu menemani disaat s**a dan duka?
Selalu mengingatkan disaat melakukan kesalahan?
Selalu mensupport dan memotivasi untuk berbuat kebaikan?
Iyaa begitulah sahabat sejati. Ada sahabat seperti itu?
Ada, bahkan lebih dari itu, dia akan menemani sampai ke akhirat kelak, melindungi kita tiada jeda. Bahkan mengantarkan kita sampai bertemu dengan Allah Azza Wajalla.
Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan p**a yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata,” Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
AllahuAkbar!!!
Membaca hadits diatas seharusnya menimbulkan getaran haru dihati, dan harap yang tinggi agar kita bisa menjadi ahlul Qur'an.
Dari Abu Umamah al Bahili, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Hadis Shahih diriwayatkan oleh imam Muslim)
Yaa Allah… terimalah bacaan Alquran kami. Sempurnakanlah kekurangannya. Aamiin.
Ririen. K
===============
Tazkiyatun Nafs & Terapi Qur'an (TNTQ)
11/03/2025
Mengapa Surat Al-Zalzalah penting untuk dipelajari?
Mempelajari Surat Al-Zalzalah sangat penting karena mengandung pesan-pesan mendalam yang relevan dengan kehidupan manusia.
Pertama, surat ini mengingatkan kita akan kepastian datangnya hari kiamat dan dahsyatnya peristiwa tersebut. Gambaran kiamat yang digambarkan dalam surat ini menyadarkan kita akan kebesaran Allah SWT dan mendorong kita untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Kedua, Surat Al-Zalzalah menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas setiap amal perbuatan, sekecil apapun itu. Hal ini mendorong kita untuk selalu berintrospeksi diri dan berhati-hati dalam bertindak, berucap, dan berpikir.
Ketiga, surat ini mengajarkan kita tentang keadilan Allah SWT, dimana setiap amal akan dibalas dengan seadil-adilnya. Ini menginspirasi kita untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami dan merenungkan pesan-pesan dalam Surat Al-Zalzalah, kita dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna dan berorientasi pada kebaikan.
06/03/2025
MasyaAllah Barakallah
06/03/2025
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Ummahat sholihat yg senantiasa dimuliakan dan dirahmati ALLAHﷻ.
Yuk hadir bergabung dalam *KAJIAN SUBUH MT MUSLIMAH GRIYA PIPIT* di Bulan Ramadhan.
Bersama *USTADZAH RAHMANIA IDRUS M.Pd*
Tema : *ANTARA ILMU DAN IMAN (Tadabbur Surah Al 'Alaq) Bagian 1*
🗓️ : Jumat, 7 Maret 2025
⏰ : Ba'da Subuh
🕌 : Teras Masjid Al Huda
Komplek Griya Pipit 6 Bintaro
Semoga ALLAHﷻ memudahkan dan meringankan langkah kita dalam berkajian Tauhid menuntut ilmu syar'i.
Guna ikhtiar kita dalam meraih berkahnya Bulan Ramadhan.
Baarakallaahu Fiikum.
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
11/02/2025
Bismillaah...
Sahabat, mari bersama kita isi keberkahan hari Selasa siang ini dgn hadir bergabung dlm Kajian Halaqoh Bulanan TNTQ Tangsel by live streaming youtube👇lansung az di klik linknya👇
SEHAT JIWA RAGA MENUJU BULAN MULIA II Ustadzah Rahmania Idrus, M.Pd Kajian Bulanan TNTQ setiap Selasa pekan pertama Jam 13.00
11/02/2025
Bismillah
*📚 Dalam Sehari, Berapa Jamkah Kita Pegang HP?*
*Kembali muhasabah untuk kita bersama. Mari tanyakan kembali pada diri kita sendiri, sejauh mana kecintaannya pada akhirat?*
*Jangan-jangan selama ini, keinginan kita untuk masuk surga, mendapat keridhaan Allah dan selamat dari neraka, hanya sebatas ucapan mulut saja tanpa diiringi oleh usaha*
*Coba kita renungkan dengan seksama. Gadget, android, hp, tablet, laptop, notebook dan semua barang-barang elektronik kekinian, dibandingkan dengan Kitabullah; Al-Qur’an atau buku-buku agama, manakah yang lebih banyak menyita waktu kita?*
*Coba kita hitung, dalam sehari semalam berapa jamkah kita pegang hp?!*
*Sebandingkah dengan waktu yang kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku agama?*
*Tidak usah kita lihat orang lain, ini muhasabah buat diri kita sendiri. Jujur dan jawablah dengan hati. Pasti kita akan menjawab, “Ya betul, saya lebih banyak menghabiskan waktu buat gadget*
*Padahal, nanti di akhirat, kita akan berdiri di hadapan Allah, sendiri tanpa perantara dan penerjemah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda*
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَسَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ
*Tiada seorang pun diantara kalian melainkan akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Antara Allah dan dia tidak ada penerjemah. (HR. Bukhari: 6539)*
*Apa yang akan ditanya oleh Allah? Salah satunya adalah tentang waktu dan umur kita, untuk apakah digunakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda*
لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
*Tidaklah akan bergeser kaki anak Adam di sisi Allah pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai lima perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskannya; masa mudanya digunakan untuk apa; hartanya, dari mana ia mendapatkannya, dan untuk apa ia membelanjakannya; dan apa yang telah ia amalkan dari apa yang dia ketahui (ilmunya)?” (HR. Tirmidzi, ash-Shahihah: 946)*.
*Lalu apa yang akan kita jawab nanti di hadapan Allah tentang waktu kita sehari semalam, untuk apa kita habiskan? Lalu jika seandainya Allah bertanya; “kenapa Anda tidak membaca Al-Qur’an?*
*Beranikah kita mengatakan “tidak punya waktu, sibuk, banyak tugas dan pekerjaan?!*
*Padahal, kalau kita memang sibuk dan banyak pekerjaan sehingga tidak bisa baca Al-Qur’an atau membaca buku-buku agama, lalu kenapa kita kok bisa betah menggenggam hp untuk membaca pesan WhatsApp, melihat Facebook, mengikuti obrolan di group, mengikuti story orang di Instagram, dst?!*
*Mungkin kalau apa yang kita baca dalam sehari dari obralan WA, IG, FB itu dikumpulkan dalam kertas, berapa lembarkah jadinya? sedang Al-Qur’an satu halaman saja kita tidak sempat membacanya. Padahal, kita ingin masuk surga*
*Oleh sebab itu, dewasalah dalam menggunakan gadget itu, terlebih hp* *Batasi dan tentukan waktunya. Jangan habiskan usia kita hanya untuk itu semata. Masih banyak hal yang harus kita lakukan* *baca Al-Qur’an, baca terjemahan dan tafsirnya, baca buku-buku agama, pergi kajian atau membersihkan rumah, mencuci, memasak, melipat dan setrika kain, atau hal-hal yang bermanfaat lainnya. Semoga Allah melindungi kita dari bahaya buruk gadget itu.
*Aamiin*
COPAS
10/02/2025
Bismillaahirrahmanirrahiim
🔜 Hadirilah Halaqoh Bulanan TNTQ - Tangerang Selatan ( Terbuka Untuk Umum Ikhwan & Akhwat )
*" SEHAT JIWA RAGA MENUJU BULAN MULIA "*
[ Praktek Terapi Qur'an ]
Yuk kita sama-sama cari tahu dan pelajari ilmunya dengan kita duduk bersama menghadiri Kajian Tauhid Ilmu Syar'i TNTQ di Tempat Mulia dalam Taman Surga, bersama :
*🎙️Ustdzh Rahmania Idrus, M.Pd "URI"*
[Founder Tazkiyatun Nafs dan Terapi Qur'an]
*🎙️Syech Ahmad Al-Misry*
[Pembina Asosiasi Ruqyah Syariah]
*🗓️ Selasa, 11 Februari 2025*
*🕐 13.00 - 14.30 WIB (sholat dzuhur berjamaah di Masjid)*
*🕌 Masjid Imanuddin*
Graha Raya Bintaro Utama
Pondok Kacang Barat
Pondok Aren, Tangerang Selatan
Maps link location : Masjid Imanuddin👇
https://maps.app.goo.gl/hi2hiCapKzmjaiC28
🗳Siapkanlah infak terbaik untuk pengembangan dakwah TNTQ:
Yayasan Tazkiyatun Nafs & Terapi Qur'an (TNTQ)
BCA Syariah : 0011032018
Sponsorship by :
Skin Care
Klinik Kecantikan "Skin & Beauty Care Clinic"
Frozen Food
"Menjual Aneka Frozen Food, Sna
03/02/2025
*SYA'BAN, BULAN YANG TERLUPAKAN*
Tidak terasa kita sudah berjumpa Sya’ban, bulan yang menandai bahwa kita semakin mendekati blan suci Ramadhan. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Mengapa ia dinamakan dengan bulan sya'ban?. Nama bulan ini berasal dari kata “sya’b” yang berarti kelompok atau golongan. Imam Ibnu Hajar berkata:
Bulan ini dinamakan Sya’ban karena pada bulan tersebut orang-orang pergi secara berkelompok untuk mencari air atau mereka keluar bersama kelompoknya untuk berperang setelah berakhirnya bulan Rajab (yang disucikan dan tidak boleh berperang pada bulan itu).” [Fathul Baari, 4/213]
Bulan sya'ban adalah pintu gebang menuju bulan Ramadhan, sehingga pada bulan ini cocok untuk banyak berlatih memupuk amalan sebelum masuk bulan Ramadhan. Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
"Karena bulan Sya'ban itu seakan seperti pembukaan bulan Ramadhan, maka pada bulan tersebut disyariatkan amalan-amalan yang disyariatkan pada bulan Ramadhan, seperti puasa dan membaca al-Qur'an.
Hal ini agar siap menyambut Ramadhan dan jiwa menjadi terlatih dalam ketaatan kepada ar-Rahman." (Latha-if al Ma'arif fima li mawasim al-'Am min al-Wazha-if hal: 258)
Jika kita telah mengetahui hakikat bulan sya'ban, lalu apa keutamaan dari bulan ini? Berikut diantara keutamaan bulan sya'ban:
1. Pada bulan itu, amalan-amalan hamba akan diangkat ke Allah.
Usamah bin Zaid berkata, Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya belum pernah melihatmu berpuasa dalam sebulan sebanyak yang engkau jalani di bulan Sya’ban ini ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan ini adalah bulan yang banyak manusia lalai di dalamnya, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini akan diangkat sekalian amal kepada Allah. Olehnya saya senang jika amalku itu diangkat dalam keadaan saya berpuasa.”. (HR. Ahmad)
2. Pada pertengahan bulan itu, Allah akan mengampuni hamba-hamba Nya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللَه تَعَالَى لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Sesungguhnya Allah betul-betul akan melihat hamba Nya di malam pertengahan bulan Sya’ban. Ketika itu, Ia akan mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bertikai dengan saudaranya.”. (HR. Ibnu Hibban. Dihasankan oleh syaikh Al Baani, dan oleh syaik Syuaib Al Arnauuth dinyatakan sebagai hadits shahih dengan beberapa syahidnya).
Mungkin kita bisa melihat perubahan suasana di sekeliling kita saat bulan Sya’ban tiba. Bisa kita lihat pusat-pusat perbelanjaan kian ramai, tiket-tiket stasiun atau pesawat dengan cepat ludes terbeli, jumlah belanja bahan pokok meningkat, orang-orang ramai menumpuk barang demi mencapai keuntungan di bulan ramadhan, sehingga jika kita dapati harga barang dan kebutuhan pokok akan melonjak tajam pada ramadhan, demi meraup keuntungan besar sehingga konsumen dirugikan dengan harga yang melambung.
Dan begitulah kiranya suasana masyarakat kita menjelang ramadhan dari tahun ke tahun, seakan sya'ban terlupakan, ia tergadaikan dengan kesibukan duniawi, padahal ia adalah bulan diangkatnya amal manusia. Ia dianggap sebagai bulan kecepit. Semua ini mungkin bisa disebut persiapan, tapi dalam pemaknaan yang sangat material, bahkan pemborosan yang tidak berujung pada aspek spiritual.
Dijelaskan dalam riwayat Imam Bukhari, dari Aisyah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)
Pertanyaannya megnapa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan hal yg demikina? Tentu jawabannya adalah sebagai suatu persiapan yang sangat strategis untuk menyambut Ramadhan. Ibarat sebuah turnamen, bulan Ramadhan adalah ajang perlombaan beramal saleh, cerminan ayat “fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)”. Karena itu sebelum masuk Ramadhan hendaklah melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156)
Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,
أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Tentu bulan sya'ban adalah bulan yg padanya diangkatnya amalan-amalan, sudah tentu kita harus mempersiapkan diri menyambut hari yang diperintahkan untuk banyak beramal yaitu ramadhan. Muncul sebuah pertanyaan, apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)?
Al Imam Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148).
Dan mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa penuh di bulan Sya’ban?
Imam An Nawawi rahimahullah menuturkan bahwa para ulama mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib. ”(Syarhu Muslim Imam An Nawawi, 4/161)
Di antara rahasia megnapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana shalat rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi shalat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya’ban. Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab, 233)
Jangan lupa segera bayar utang puasa Ramadhan lalu yang terlewat. Para ulama sepakat, hendaknya seseorang membayar utang puasa wajib terlebih dahulu, sebelum menunaikan puasa sunah. Tingkatkan juga frekuensi penempaan spiritual dari sekarang. Ramadhan adalah sekolah sekaligus training bagi orang- orang yang bertakwa.
Pembiasaan sejak dini dalam menyambut ibadah yang besar akan mempermudah program ibadah sepanjang Ramadhan, mulai dari hal-hal yang kecil, seperti menjauhi perkataan kotor, dan sifat buruk seperti iri, dengki, hasut, riya, takabur, ujub, marah dan sifat lainnya yang merusak amal. Allahua'lam bishawab.
===============
Tazkiyatun Nafs & Terapi Qur'an (TNTQ)
More Info :
☎️ +62 812-9664-9899
📸 Instagram: rahmaniaidrus_tntq
📺 Youtube: Rahmania Idrus TNTQ
29/01/2025
Sering kali, masalah besar bukan terletak pada apa yang kita lakukan, tetapi pada bagaimana kita merespons pertanyaan atas perbuatan itu.
Lihatlah kisah Iblis dan Nabi Adam.
Iblis, ketika diminta bersujud kepada Nabi Adam, menolak.
Tetapi penolakannya bukanlah satu-satunya sebab kehancurannya. Yang benar-benar membuatnya dilaknat adalah jawaban sombongnya:
أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
“Aku lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
Jawaban itu penuh keangkuhan dan buruk sangka kepada Allah.
Ia merasa lebih tinggi dan lebih mulia, padahal yang diminta hanyalah ketaatan.
Kesombongan inilah yang membuatnya diusir dari rahmat Allah.
Sebaliknya, lihatlah Nabi Adam.
Ia juga melakukan kesalahan dengan memakan buah dari pohon terlarang. Namun, ketika Allah bertanya, ia menjawab dengan hati yang rendah, penuh pengakuan dosa, dan keikhlasan:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Dari kisah ini,
kita belajar bahwa pertanyaan dari Allah bukan untuk menjatuhkan,
tetapi untuk memberikan peluang introspeksi.
Kesalahan bisa termaafkan jika hati mau tunduk, tapi jawaban yang sombong adalah pintu kehancuran.
Maka, jadilah seperti Nabi Adam. Ketika salah, jangan membela diri atau mencari-cari alasan.
Jangan terlalu sibuk dengan pembenaran. Sebaliknya, rendahkan hati, akui kelemahan, dan mintalah ampunan Allah. Karena, sesungguhnya, Allah mencintai hamba-Nya yang kembali dengan hati yang bersih.
Copas
29/01/2025
السعادات التي تدسها في جيوب الآخرين ستعود يوماً لتختبئ في جيوبك عندما تحزن ...
Kebahagiaan yang kamu selipkan ke saku orang lain pasti akan kembali suatu hari nanti, tersembunyi dalam sakumu saat kamu dilanda kesedihan.
_Anis Mansour_
✏️ Channel- Rahmania Idrus TNTQ
28/01/2025
உ᤻ ᮫ ♟️ *Begitu Baiknya Allah❓* ᮫
Bahkan Setelah Makan pun Kita Diberi Kesempatan untuk Mendapatkan Ampunan Dosa.
Mau Tahu Caranya?
Rasulullah bersabda,
Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan:
Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin
maka diampuni dosanya yang telah lalu.
📘HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3. 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini
Dari Mu'adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَّ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلا قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدِّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: "Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin"
*Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku*
maka diampuni dosanya yang telah lalu."
📘 (HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini sebagaimana disetujui oleh Syaikh Salim bin 'led Al Hilali dalam Bahjatun Nazhirin, 2: 50).
Namun jika mencukupkan dengan ucapan "alhamdulillah" setelah makan juga dibolehkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أنْ يأكل الأكلة فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشِّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
"Sesungguhnya Allah Ta'ala sangat s**a kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum"
📘(HR. Muslim no. 2734).
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, *"Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan "alhamdulillah" saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah."*
📘(Syarh Shahih Muslim, 17:46)
(rumaysho com)
COPAS
