Tahes Komes
Komunitas senam dan gaya hidup sehat
24/08/2026
Jus kemasan selalu jadi pilihan praktis. Tapiβ¦ sudah pernah cek apa saja yang ada di dalamnya? π
Kadang, rasa manis dan kemasan yang praktis membuat kita lupa memperhatikan komposisinya.
Jus dengan gula tambahan dan bahan pengawet belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi setiap hari. Karena yang kita cari bukan cuma rasa enak, tapi juga manfaat yang benar-benar mendukung kebutuhan tubuh.
Nah, ada pilihan yang lebih simpel. π±
Jus Tahes Komes dibuat dari buah segar, tanpa pengawet dan tanpa gula tambahan, dengan tambahan nutrisi dan isolat protein tinggi.
β¨ Tinggi protein
π Manis alami dari buah & kurma
πΏ Tanpa pengawet & gula tambahan
πͺ Mendukung kebutuhan protein dan pemulihan setelah aktivitas
π₯€ Praktis, segar, dan siap diminum
Karena perubahan kecil dalam pilihan minuman sehari-hari bisa menjadi langkah sederhana untuk pola hidup yang lebih baik.
Sudah waktunya pilih minuman yang bukan cuma enak, tapi juga bernutrisi.
π Beli di booth resmi Jus Tahes Komes.
Halo Sahabat Tahes! πΏ
Hari ini kami bagikan rutinitas olahraga super praktis yang bisa dilakukan hanya dengan duduk di kursi atau sofa. Durasi cuma 7 menit, tapi manfaatnya besar banget, terutama buat:
Para lansia yang ingin tetap aktif tapi khawatir jatuh atau kelelahan.
Para pekerja yang duduk berjam-jam di depan komputer dan sering merasa pegal-pegal.
πΉ Dalam video ini, kita lakukan 6 gerakan:
1. Sitting Jacks β mirip jumping jack tapi sambil duduk. Gerakan ini memacu jantung dan melancarkan aliran darah ke tungkai.
2. High Knees β angkat lutut setinggi mungkin. Sangat baik untuk melatih otot inti dan membakar lemak perut.
3. Reach Side to Side β menjangkau ke samping. Melepas ketegangan otot pinggang yang sering kaku karena duduk terlalu lama.
4. Cycling β gerakan mengayuh sepeda di udara. Membantu sendi lutut tetap fleksibel, cocok untuk yang mulai merasakan nyeri sendi.
5. Jab & Kick β kombinasi pukulan dan tendangan ringan. Melatih keseimbangan dan kekuatan tubuh bagian atas serta bawah.
6. Pendinginan & Pelemasan β diakhiri dengan peregangan leher, bahu, dan punggung. Ini penting untuk menurunkan stres dan mencegah cedera.
π¬ Mengapa ini wajib dicoba?
Menurut penelitian, duduk terlalu lama meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan nyeri punggung. Dengan gerakan-gerakan ini, kita bisa "menipu" tubuh agar tetap aktif tanpa harus berdiri. Untuk lansia, ini adalah cara aman menjaga kebugaran kardiovaskular tanpa membebani sendi secara berlebihan.
π― Saya sarankan lakukan setiap pagi atau saat jam istirahat kerja. Cukup 7 menit, badan segar, pikiran jernih!
Yuk, kita gerak bareng! Tag teman atau keluarga yang membutuhkan. Jangan lupa like dan share agar lebih banyak orang sehat bersama. β€οΈ
Hashtag:
19/07/2026
π½οΈ Piring Gizi Lansia 50+
Apa Saja yang Harus Ada di Setiap Piringmu?
Di usia 50+, pilihan makanan yang tepat bisa bantu jaga otot, tulang, dan otak tetap sehat.
Swipe untuk lihat komposisi piring idealnya π
Setiap gerakan adalah doa untuk tubuh yang lebih kuat.
Bagi para lansia, latihan gerak adalah obat mujarab.
Ia merawat jiwa, mencerahkan pikiran dari kabut demensia.
Ia menjaga keseimbangan, menopang langkah agar tak mudah goyah.
Ia adalah benteng melawan penyakit, serta penghasut semangat dan senyuman.
Karena usia hanyalah angka, selama hati dan tubuh terus bergerak.
Ayo bergerak, tetap sehat walau usia senja!
Gerak rutin untuk lansia itu manfaatnya luar biasa:
β
Sehat jiwa & cegah demensia.
β
Seimbang, anti jatuh!
β
Cegah jantung, diabetes, dan nyeri sendi.
β
Bikin badan bugar dan mood melonjak!
Tidak ada kata tua untuk berbahagia. Mulai gerakan sehatmu sekarang!
Usia bukanlah penghalang untuk merasa muda. Bukan tentang seberapa cepat kita melangkah, tapi tentang seberapa sering kita tetap bergerak.
Untuk para kakek, nenek, ayah, dan ibu⦠gerakan sekecil apapun, itu adalah hadiah untuk tubuh kita. Jalan pagi 10 menit, senam ringan di kursi, atau sekadar merentangkan tangan sambil menarik napas dalam-dalam.
Karena tubuh yang aktif adalah kunci agar kita tetap bisa tersenyum, berkumpul dengan keluarga, dan menikmati indahnya hari.
Mari bergerak, bukan karena kita harus, tapi karena kita sayang pada diri sendiri. Sehat itu bahagia. Gerak itu hidup.
14/07/2026
Pernah merasa metabolisme tubuh berubah drastis setelah usia 40? π₯Ί
Bukan cuma perasaan Anda saja, lho. Di usia 40 tahun ke atas, perubahan hormon (menuju perimenopause dan menopause) secara alami membuat tubuh wanita lebih sensitif terhadap apa yang dikonsumsi. Di sinilah Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan/minuman yang diproses sangat tinggi bisa menjadi "ancaman tak terlihat".
π Kenapa UPF Sangat Bahaya untuk Wanita 40+?
Memicu Peradangan Kronis: UPF sarat akan minyak rafinasi, zat aditif, dan pengawet yang memicu inflamasi (peradangan) di dalam tubuh. Ini bisa memperparah gejala hot flashes dan nyeri sendi.
Mempercepat Penumpukan Lemak Perut: Karena rendah serat dan tinggi gula buatan, UPF mengacaukan sinyal kenyang, memicu lonjakan insulin, dan mempercepat penumpukan lemak visceral (lemak perut) yang berbahaya bagi jantung.
Mengikis Kepadatan Tulang: Konsumsi makanan tinggi natrium dan zat aditif fosfat berlebih (banyak ditemukan di UPF) dapat mengganggu penyerapan kalsium, meningkatkan risiko osteoporosis.
Memasuki usia 40 tahun ke atas, tubuh wanita mengalami perubahan hormonal yang signifikan, terutama menjelang atau saat fase menopause. Di masa ini, metabolisme mulai melambat, massa otot cenderung menurun, dan risiko penyakit degeneratif seperti diabetes serta gangguan jantung meningkat.
Salah satu musuh tersembunyi yang sering mempercepat masalah ini adalah Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan yang melalui proses olahan sangat panjang dan penuh bahan kimia tambahan.
14/07/2026
Di usia senja, menjaga asupan nutrisi adalah kunci agar tubuh tetap bugar dan bersemangat. Salah satu yang paling penting adalah protein, zat pembangun yang membantu menjaga massa otot dan daya tahan tubuh. Tapi, banyak manula yang khawatir konsumsi protein bisa meningkatkan kolesterol. Tenang, solusinya ada pada protein nabati!
Mengapa protein nabati sangat baik untuk manula?
Rendah Lemak Jahat: Sumber protein dari tumbuhan seperti tahu dan tempe tidak mengandung kolesterol jahat, jadi aman untuk jantung .
Kaya Serat: Membantu melancarkan pencernaan, yang sering menjadi masalah seiring bertambahnya usia .
Berikut rekomendasi menu protein nabati yang mudah dicerna dan disukai manula:
β¨ Tempe & Tahu: Raja protein nabati! Keduanya dari kedelai yang kaya protein dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan empuk . Misalnya dibuat sup atau pepes agar teksturnya lembut.
β¨ Kacang-kacangan: Kacang merah, kacang hijau, atau kedelai bisa dijadikan bubur atau sup krim yang hangat dan menyehatkan .
β¨ Sayuran Hijau: Bayam, brokoli, dan kangkung juga mengandung protein serta vitamin yang baik untuk daya tahan tubuh .
π‘ Tips untuk Keluarga:
Kadang manula malas makan protein karena susah mengunyah. Jadi, kreatiflah di dapur! Cincang halus, buat sup kental, atau kukus hingga lunak agar lebih mudah dikonsumsi . Jangan lupa, kebutuhan protein lansia justru lebih tinggi daripada orang dewasa muda karena efisiensi serapan protein menurun .
Yuk, lebih perhatikan menu sehat di rumah. Dengan makanan nabati tinggi protein, manula tetap sehat, kuat, dan bahagia! πͺ
"Tepuk tangan yang paling meriah untuk tim Raj dan tim Kaoskaki!
Terima kasih atas tenaga, kreativitas, dan semangat membara kalian, sehingga Senam Tahes Komes ini pecaaah!
Kalian adalah bintang di balik suksesnya acara ini!" ππ₯
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jl. Kulintang 09
Jakarta
65100
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when Tahes Komes posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.
