kabar anda
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from kabar anda, Health/Beauty, Pekalongan selatan, Pekalongan.
Penjabaran mendalam Feri Amsari kondisi Indonesia saat ini.
Tonton smpai habis biar nggak gagal paham😂
30/04/2026
EKONOMI TIDAK BAIK-BAIK SAJA?
Prof. Feri Latuhihin setahun lalu memprediksi dolar akan tembus Rp17.000. Saat itu orang belum ada yang percaya. Sekarang sudah Rp17.000 lebih/dolar. Kini dia bicara lagi dan memberi analisis yang muram: Dolar bisa naik sampai Rp25.000 kalau keuangan negara tidak segera dibenahi.
Pemerintah bilang ekonomi tumbuh lebih dari 5%. Tapi menurut Feri, angka sebenarnya lebih kecil, mungkin hanya sekitar 4%. Alasannya? Pinjaman bank ke masyarakat dan perusahaan tidak bertambah cukup banyak. Kalau ekonomi benar-benar tumbuh kuat, seharusnya pinjaman bank juga naik lebih cepat. Bahkan lembaga pemeringkat dunia seperti Moody’s dan Fitch sudah mulai khawatir dan menurunkan penilaian mereka terhadap Indonesia
APBN sedang bermasalah. Di awal tahun 2026, kekurangan (defisit) uangnya sudah mencapai Rp240 triliun hanya dalam 3 bulan. Kalau dibiarkan, ini bisa melebihi batas aman.Ditambah lagi harga minyak dunia naik, jadi subsidi BBM (bensin) jadi lebih mahal. Utang pemerintah yang harus dibayar tahun ini juga sangat besar.
Feri bilang program makan gratis yang sedang digalakkan pemerintah bukanlah investasi. Itu lebih mirip belanja konsumsi biasa, bukan sesuatu yang bikin negara lebih maju jangka panjang. Anggaran untuk program ini Rp335 triliun, padahal kalau diatur dengan tepat sasaran, cukup Rp10 triliun saja. “Mohon dikasih tahu kepada Pak Presiden bahwa kalau program makan-makan itu dianggap investasi itu bohong besar,” kata Feri. Makan siang adalah konsumsi. Dan konsumsi yang dibiayai utang itu bukan membangun masa depan. Itu memakan masa depan. Investasi sejati, menurutnya, adalah infrastruktur. Duit 300-an triliun menurut Feri sebaiknya dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti membangun infrastruktur, buka lapangan kerja, serta meningkatkan mutu pendidikan dan riset yang dapat menaikkan produktivitas jangka panjang. Ferry menyebut kebijakan anggaran, seperti program makan siang itu sebagai "koplaknomics" (ekonomi serampangan/ultra-populis) karena boros anggaran dan tidak terkelola dengan baik. [Koplak dalam bahasa Jawa salah satu artinya adalah "bodoh, tidak logis, konyol.]
Banyak orang kelas menengah yang dulu punya tabungan sekarang hampir tidak punya uang lagi. Jumlah mereka turun dari 57 juta orang jadi 47 juta. Kemudian pegadaian makin ramai. Ketika orang menggadaikan barang untuk kebutuhan sehari-hari, maka itu bukan tanda ekonomi yang baik-baik saja, kata Feri.
Bank Indonesia (yang mengatur suku bunga) sedang dalam posisi sulit. Kalau naikkan bunga, ekonomi bisa semakin lemah. Kalau turunkan bunga, rupiah bisa semakin jatuh dan harga barang naik.
Prof. Ferry Latuhihin juga mengkritik Menteri Keuangan Purbaya, menilai kebijakan fiskalnya menyalahi hukum ekonomi. Dia menganggap Pak Menteri itu tidak memahami fundamental ekonomi nasional, khususnya dalam penanganan dana perbankan dan target pertumbuhan ekonomi. Ferry menuding kebijakan Purbaya berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah, yang ia sebut sebagai "Purbaya effect".
Feri berharap pemerintah mau mendengarkan saran dari para ekonom: pangkas pengeluaran yang tidak perlu, perbaiki atau bongkar program makan siang gratis dan prioritaskan hal-hal yang benar-benar bikin ekonomi tumbuh kuat. “Yang dibutuhkan bukan hanya saran, tapi keberanian untuk mendengar hal yang tidak enak didengar dan mengambil keputusan yang mungkin pahit di awal, tapi baik untuk rakyat ke depannya,” ujarnya.
Para ekonom sudah memberikan saran yang konkret, berbasis data, dan bisa diverifikasi. Saran yang sering muncul antara lain rasionalisasi program makan, perampingan kabinet, perbaiki kepastian regulasi, prioritaskan investasi produktif dan pendidikan, jaga fiskal dari defisit yang melebar. Dan apa respons dari lingkaran pemerintah? “Orang yang kritik MBG disebut tidak nasionalis. Orang yang mempertanyakan kebijakan ekonomi disebut tidak mendukung presiden. Dan siapapun yang mengutip data dari lembaga internasional seperti World Bank atau IMF bisa dengan mudah diberi label antek asing,” tulis analis saham di akun Lambsaham.
(sc. Tempo, CNN, Suara Merdeka, Lambesaham/x, EnergyWorldIndonesia, MoneyTalk)
25/04/2026
Isu wilayah udara Indonesia yang disebut-sebut “bebas” dilintasi pesawat tempur Amerika Serikat langsung menyentuh jantung kedaulatan negara. Jika benar ada kebijakan yang memberi ruang luas bagi kepentingan militer asing tanpa transparansi penuh ke publik, maka ini bukan sekadar kerja sama pertahanan biasa, melainkan persoalan serius tentang batas kendali negara atas teritorinya sendiri. Dalam konteks geopolitik yang makin tegang, terutama di kawasan Indo-Pasifik, keputusan seperti ini layak dipertanyakan secara kritis.
Pandangan Feri Amsari menjadi relevan ketika ia menegaskan bahwa presiden dapat diberhentikan jika melakukan pengkhianatan terhadap negara, termasuk membuka ruang kedaulatan untuk kepentingan asing. Pasal 7A UUD 1945 secara jelas menyebut “pengkhianatan terhadap negara” sebagai alasan pemberhentian presiden, dan penggunaan wilayah strategis—termasuk udara—untuk kepentingan militer asing tanpa dasar yang kuat bisa masuk dalam spektrum itu jika terbukti merugikan kedaulatan. Kritik ini bukan berlebihan, melainkan bentuk kewaspadaan konstitusional.
Kebijakan pertahanan di bawah Prabowo Subianto pun tidak luput dari sorotan. Jika benar terdapat perjanjian yang memberikan akses luas kepada militer asing tanpa penjelasan terbuka, maka ini menunjukkan lemahnya akuntabilitas publik dalam sektor yang sangat strategis. Kerja sama militer seharusnya memperkuat posisi Indonesia, bukan justru membuka celah dominasi asing. Dalam negara demokrasi, kebijakan sebesar ini tidak cukup hanya sah secara administratif, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan secara politik dan moral di hadapan rakyat.
19/04/2026
Kompor yang Menyalakan Api dari Air
Bayangkan memasak…
Tanpa tabung gas.
Tanpa p**a.
Tanpa asap emisi.
Di india,
sebuah startup bernama
Greenvize mengembangkan kompor yang menggunakan air untuk menghasilkan api.
Caranya bukan membakar air secara langsung.
Tapi memisahkan air menjadi unsur dasarnya:
Hydrogen dan oksigen.
Dalam sains, proses ini disebut Elektrolisis—
proses memecah air menggunakan listrik.
Saat knop dinyalakan…
Sistem menghasilkan
Hidrogen sebagai bahan bakar.
Hidrogen itu langsung terbakar
untuk memasak.
Dan hasil pembakarannya?
Uap air.
Bukan asap berbahaya.
Yang menarik…
Hanya dengan sekitar 100 ml air
dan 1 kWh listrik,
kompor ini diklaim dapat memasak
hingga 6 jam.
Bahkan bisa dipadukan dengan panel surya
untuk bekerja secara mandiri.
Maknanya..
Energi rumah tangga bisa berubah total
Air dapat menjadi bagian dari teknologi bahan bakar
Masa depan memasak bisa tanpa gas fosil
Kesimpulannya..
Ini bukan kompor biasa…
Ini api yang lahir dari air dan listrik. 💧🔥⚡
17/04/2026
apa solusinya kawan jika negri konoha inggin menjadi seperti INI
hancurnya sebuah negri
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Pekalongan Selatan
Pekalongan
51131
