Kabar Gusmo

Kabar Gusmo

Share

Jualanku Lareis

Santa Margherita di Monza: Cinta Terlarang dan Dosa Berdarah Suster Virginia - JISPRO 30/08/2026

TAHUN 1607, pagi di Monza terasa lebih kelam dari biasanya. Lonceng Biara Santa Margherita berdentang dengan irama yang lambat dan berat, seolah beban dosa dunia sedang digantungkan pada setiap getaran logamnya. Di dalam ruang bawah tanah yang dingin, di atas hamparan batu pualam yang kini bernoda merah pekat, terbaring tubuh seorang novis bernama Caterina. Matanya yang dulu bening seperti air mata kini membulat kosong, menatap langit-langit yang retak, seolah masih menyimpan ketakutan yang tak terucapkan dari detik-detik terakhir hidupnya.

Di sudut ruangan, berdiri seorang wanita dengan jubah biarawati yang lusuh. Suster Virginia—atau yang dulu dikenal dunia sebagai Mariana de Leiva—menatap mayat itu tanpa berkedip. Di wajahnya tergores campuran perasaan yang aneh dan mengerikan: kepuasan yang dingin bercampur dengan teror yang merayap di tulang belakangnya.

“Ini bukan pertama kalinya kematian datang mengetuk pintu biara ini karena ulahku,” bisiknya pelan, suaranya terdengar serak di ruangan yang sunyi. “Tapi kali ini… kali ini rasanya berbeda. Darah ini seolah menuntut balas, menembus pori-pori batu yang selama ini menjadi saksi bisu kebohongan suci kita.”

Santa Margherita di Monza: Cinta Terlarang dan Dosa Berdarah Suster Virginia - JISPRO Mengungkap skandal kelam Suster Virginia di Biara Santa Margherita Monza: cinta terlarang, kehamilan rahasia, dan pembunuhan.

30/08/2026

Kalau ada yang berpikir program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu cuma sesederhana dan semudah menanak nasi, dibungkus, lalu bagi-bagi ke anak sekolah layaknya hajatan tasyakuran, tolong suruh orang itu duduk dulu. Di Kota Probolinggo, urusan perut massal itu ternyata punya kerumitan yang bikin pemerintah dan pengusaha dapur harus duduk bareng.

Jumat (21/8/2026), Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mewanti-wanti dengan keras kalau program MBG bukan ajang asal kenyang. Targetnya memperbaiki asupan gizi untuk mencerdaskan generasi penerus. Otomatis, komposisinya pantang atau tidak boleh kaleng-kaleng. Harus ada karbohidrat, lauk pauk (ikan, ayam, atau telur), sayuran, tambahan protein nabati, semacam tahu dan tempe, hingga pelengkap seperti buah dan susu.

“MBG ini untuk memperbaiki gizi, bukan sekadar memberi makanan gratis. Karena tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa, maka komposisi dan kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Aminuddin.

Satu hal yang ditekankan Pak Wali Kota adalah urusan timing atau waktu penyajian. Aminuddin mengingatkan para pengelola dapur yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak membiarkan makanan menunggu terlalu lama. Makanan segar dan higienis yang didiamkan berjam-jam, ibarat menyediakan tempat agar bakteri berkembang biak.

Sumber: https://jisprokota.com/makan-bergizi-gratis-probolinggo-gapembi/
Penulis: Jispro

30/08/2026

SELAMA ini kita mengenal Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang dikenal paling tegas dan berwatak keras sepanjang sejarah pemerintahan kolonial di Nusantara. Beliau memerintahkan pembangunan jalan raya sepanjang kurang lebih seribu kilometer yang membentang dari Anyer di ujung barat Pulau Jawa hingga Panarukan di ujung timur. Dalam buku sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, Daendels sering digambarkan sebagai penguasa yang kejam, yang memaksa rakyat bekerja dalam keadaan berat hingga menelan ribuan korban jiwa.

Meskipun demikian, kita patut mengakui bahwa atas pembangunan jalan tersebut, kota-kota di sepanjang jalur Pantura Jawa menjadi lebih mudah terhubung dan perdagangan pun semakin berkembang. Namun pertanyaan yang patut kita kaji ulang adalah apakah beliau sepenuhnya pihak yang paling bertanggung jawab atas penderitaan para pekerja.

Terdapat narasi yang berkembang bahwa Daendels sebenarnya telah menyediakan dana untuk upah dan konsumsi para pekerja, namun dana tersebut diduga tidak sepenuhnya sampai ke tangan pekerja karena diselewengkan oleh para pejabat pribumi termasuk para bupati yang menerima dana tersebut namun tidak menyalurkannya secara utuh. Hal ini tetap tidak meniadakan kenyataan bahwa sistem kerja paksa tetap diterapkan dan ribuan

Sumber: https://jisprokota.com/merdeka-100-persen-dari-penguasa-zalim/
Penulis: Jispro

Merdeka Tapi Belum Seratus Persen: Menagih Keadilan di Tengah Sengkarut Kas Negara - JISPRO 30/08/2026

Delapan puluh satu tahun lamanya bendera Merah Putih berkibar di segenap penjuru negeri. Delapan puluh satu kali kita membunyikan lonceng kemerdekaan, mengucap syukur atas lepasnya ranting penjajah asing, berjanji akan membangun negeri yang adil, makmur, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun saat kita berkumpul di bawah naungan bendera itu pada hari kemerdekaan ke-81 ini, hati banyak orang tak sepenuhnya gembira.

Di tengah upacara yang khidmat, di tengah nyanyian lagu kebangsaan yang bergema, terasa ada getar yang lain gelisah. Seolah-olah kemerdekaan yang kita rayakan itu belum utuh. Seperti yang pernah diucapkan Tan Malaka: “Merdeka itu bukan hanya lepasnya penjajah asing. Merdeka itu juga bebas dari penindasan, bebas dari kemiskinan, bebas dari ketidakadilan yang dibuat oleh bangsanya sendiri.”

Hari ini, di usia kemerdekaan yang ke-81, kita seakan sedang merayakan kemerdekaan yang belum merdeka seratus persen—bebas dari penjajah asing, namun belum lepas dari belenggu yang diciptakan oleh para penguasa di negeri sendiri.

Kemerdekaan yang Terasa Semakin Jauh di Tengah Sengkarut Ekonomi

Kabar yang berhembus belakangan ini sungguh memilukan. Ekonomi Indonesia yang sempat diharapkan akan melesat menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, kini justru terjepit di antara harapan yang tinggi dan kenyataan yang pahit. Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, sementara daya beli rakyat makin menurun. Banyak keluarga yang harus mengatur nafkah dengan sangat ketat, bahkan ada yang terpaksa mengurangi porsi makan sehari-hari.

Pengangguran masih menjelma bayang-bayang yang menakutkan bagi para pencari kerja, terutama kaum terpelajar yang setelah lulus tak menemukan tempat untuk mengabdikan ilmunya. Para kritikus pun tak segan-segan menyuarakan pendapatnya. Mereka menilai pemerintahan saat ini belum sepenuhnya berhasil mengelola keuangan negara dengan baik.

Merdeka Tapi Belum Seratus Persen: Menagih Keadilan di Tengah Sengkarut Kas Negara - JISPRO Menelisik makna kemerdekaan ke-81 RI di tengah ketimpangan ekonomi, nasib guru yang terabaikan, dan sengkarut pengelolaan keuangan negara.

Aceh dan Papua: Di Antara Ambisi Separatisme dan Realitas Kemakmuran dalam NKRI - JISPRO 30/08/2026

Di peringatan ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, gelora kebangsaan seharusnya dirayakan dengan rasa syukur dan persatuan di seluruh penjuru negeri. Namun di dua wilayah yang memiliki sejarah konflik panjang yakni Aceh dan Papua, momentum bersejarah ini justru diwarnai gejolak yang mengingatkan kita pada luka masa lalu.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan 21 tahun Perjanjian Damai Helsinki, sekelompok massa di Banda Aceh menurunkan Bendera Merah Putih di halaman Pendopo Gubernur Aceh, menggantinya dengan bendera Bulan Bintang, serta mencopot dan menginjak-injak lambang Garuda Pancasila. Peristiwa ini memicu bentrokan dengan aparat keamanan dan menimbulkan kegelisahan di seluruh negeri.

Sementara di Papua, menjelang HUT ke-81 RI, kelompok bersenjata TPNPB-OPM di bawah pimpinan Egianus Kogoya justru mengeluarkan larangan dan ancaman terhadap pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Dua peristiwa ini, yang terjadi hampir bersamaan, mengundang pertanyaan mendalam apakah ambisi pemisahan diri yang terus didengungkan oleh kelompok tertentu benar-benar akan membawa kemakmuran bagi rakyat, atau justru akan mengulang penderitaan lama di bawah kekuasaan kelompok yang sama-sama haus kekuasaan.

Esai ini bermaksud mengupas realitas di balik klaim-klaim kelompok separatis di kedua wilayah tersebut, menelaah fakta bahwa mereka yang kini memegang kendali di Aceh maupun yang berusaha menguasai Papua adalah mantan pemimpin gerakan bersenjata yang menjanjikan kesejahteraan namun ternyata belum mampu membuktikannya. Esai ini bukan bermaksud membenarkan segala ketidakadilan yang pernah terjadi, melainkan mengajak kita melihat realitas bahwa jika Aceh dan Papua memisahkan diri dari NKRI, apakah rakyatnya benar-benar akan lebih sejahtera, atau justru jatuh ke dalam cengkeraman penindasa

Aceh dan Papua: Di Antara Ambisi Separatisme dan Realitas Kemakmuran dalam NKRI - JISPRO Menelaah realitas separatisme Aceh dan Papua: benarkah perpisahan menjamin kemakmuran, atau justru memicu penindasan baru dalam NKRI?

30/08/2026

Kalau sampean anggap dunia satwa di alam liar hanya dihuni oleh hewan-hewan buas berwajah garang, sampean harus berkenalan dengan burung sekretaris (Sagittarius serpentarius). Sepintas, penampilannya anggun. Postur tubuh semampai bak supermodel, bulu mata lentik, dan gaya berjalannya berwibawa. Padahal, tampang wajahnya yang berwibawa dan anggun, menipu

Di padang rumput dan sabana sub-Sahara Afrika, burung tersebut mesin pembunuh berdarah dingin. Orang Eropa pertama yang menggambar burung itu adalah ilustrator Inggris, John Frederick Miller, 1779. Naturalis Prancis, Johann Hermann, digolongkan ke dalam genusnya sendiri. Menariknya, meski silsilah keluarganya masih kerabat elang dan rajawali, burung sekretaris memilih jalan hidup yang agak beda. Kalau burung sejenisnya s**a terbang, lalu menyambar mangsa dari udara, burung sekretaris lebih s**a jalan kaki.

Misteri Nama yang Berbau Kantoran

Pernah engga, sampean bertanya-tanya bahkan kebingungan, kenapa burung pemangsa yang mematikan ini diberi nama “sekretaris”? Jawabannya ada pada gaya fashion-nya yang unik.

Sumber: https://jisprokota.com/burung-sekretaris-anggun-tapi-mematikan/
Penulis: Jispro

Bukan Hanya Modal Nekat: 5 Tips Menjadi Pengusaha Sukses dari Nol (Simulasi 5 Tahun Pertama) - JISPRO 24/08/2026

Semua orang kepingin jadi pengusaha. Melihat orang flexing omzet miliaran di TikTok, rasanya ubun-ubun mendidih inginlempar surat resign ke meja bos besok pagi. Padahal, dunia bisnis itu nggak seindah filter Instagram.

Sebelum berkhayal terlalu jauh, mari kita samakan frekuensi dulu. Sebenarnya, pengusaha itu makhluk macam apa, sih? Secara sederhana, pengusaha adalah individu, kelompok, atau lembaga yang memutar otak untuk melakukan jual-beli atau menyewakan produk dan jasa demi meraup cuan. Mereka sosok yang inovatif berani mendirikan perusahaan dari ketiadaan.

Biar tulisan ini kelihatan punya bobot akademis, mari kita pinjam sabda para ahli (tenang, kutipannya saya biarkan persis seperti aslinya agar tak mengubah makna):

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengusaha adalah “orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dan sebagainya); orang yang berusaha di bidang perdagangan; saudagar, usahawan.”

Menurut Robbin & Coulter, definisi pengusaha adalah “suatu kelompok atau individu yang membuat peluang atau kesempatan menjadi keuntungan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya.”

Menurut Kasmir, wirausahawan adalah “orang yang berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.”

Bukan Hanya Modal Nekat: 5 Tips Menjadi Pengusaha Sukses dari Nol (Simulasi 5 Tahun Pertama) - JISPRO Ingin jadi pengusaha sukses? Simak panduan lengkap mulai teori ahli, mentalitas, hingga simulasi jatuh bangun 5 tahun di dunia bisnis.

Bisnis diusia muda 24/08/2026

Pernahkah sampean berada di situasi syahdu tengah malam—saat mata terpejam tapi jemari masih lincah doom scrolling di Instagram—lalu mendadak merenung dan bertanya pada langit-langit kamar: “Kapan ya gue kaya? Kapan punya usaha sendiri?

Atau minimal, kapan ya hidup bisa tenang tanpa deg-degan nungguin SMS banking tanggal gajian?” Tenang, Bestie. Tarik napas dalam-dalam. sampean tidak sendirian di dunia yang fana ini. Pertanyaan-pertanyaan eksistensial semacam itu, menu wajib jutaan umat yang bertarung melawan quarter life crisis.

Sayangnya, banyak dari kita masih terjebak mitos, yang bilang kalau gerbang kesuksesan itu boleh dijalani kalau sudah tua, rambut memutih, punya pengalaman kerja, atau punya tabungan setebal dosa-dosa masa lalu. Padahal kenyataannya tidak sekaku itu. Hari ini, banyak kok anak muda yang sukses tanpa menunggu kulitnya keriput duluan.

Sukses di usia muda itu bukan sulap bukan sihir. Jalannya tidak semulus omongan para motivator di seminar-seminar mahal yang harga tiket masuknya setara biaya kosan sebulan. Kuncinya ada pada pola pikir, keberanian mengambil langkah, dan satu hal yang paling sulit dipertahankan di dunia ini, yakni konsistensi.

Selagi status masih “anak muda”, kalian sebenarnya memegang dua mata uang paling mahal di dunia: energi dan waktu. Kalau dua aset berharga ini habis untuk meratapi mantan yang sudah bahagia dengan orang lain, atau habis debat kusir tanpa ujung di Twitter/X. Masa depan kalian bakal suram.

Bisnis diusia muda Pengin sukses tapi hobi rebahan dan sambat? Ini panduan atur waktu & mulai bisnis sejak muda biar nggak cuma jadi beban keluarga.

Alat Pembayaran Elektronik 24/08/2026

Sampean lagi nyetir, pas sampai di gerbang tol tiba-tiba teringat dosa-dosa masa lalu, karena kartu e-money di dashboard saldonya kosong? Tulisan “Saldo Kurang” di mesin tol itu rasanya lebih horor dari suara ketukan pintu kosan dari ibu kos di tanggal tua. Detik berikutnya, konser klakson dari barisan mobil di belakang dimulai. Sungguh ujian mental yang menguji kekhusyukan bernegara.

Di zaman sekarang, memegang uang tunai rasanya sudah bergeser hobi lama. Kita sekarang hidup di era cashless society, era di mana semua transaksi serbacepat tinggal tap-tap atau scan sana-saja. Nah, biar sampean nggak cuma gaya-gayaan pakai dompet tipis, tapi sebenarnya gagap teknologi, yuk kita kuliti tuntas apa itu e-money, jenis-jenisnya, hingga aturan mainnya agar hidup kita bebas dari drama antrean tol .

Apa Sih E-Money Itu? (Bukan Sihir, Bukan Sulap)

Secara sederhana, e-money atau uang elektronik adalah uang nyata milik sampean yang diubah wujudnya jadi digital. Nilai uang tersebut disimpan di dalam media elektronik—bisa berupa cip di dalam kartu plastik sakti, atau tersimpan aman di server aplikasi HP-sampean. Konsepnya sederhana: sampean setor uang dulu (baca: top-up), baru bisa dipakai belanja. Begitu dipakai, saldo otomatis berkurang, bukannya malah beranak pinak seperti skema ponzi.

Biar makin mantap, Bank Indonesia (BI) selaku penguasa tertinggi moneter di republik ini, sudah menetapkan empat syarat agar teknologi bisa sah disebut e-money:

Alat Pembayaran Elektronik Biar nggak bikin antrean tol mengular, yuk pahami beda e-money kartu vs dompet digital serta aturan mainnya biar transaksi makin lancar!

24/08/2026

Selamat datang, wahai para pencinta rebahan yang setiap malam memimpikan passive income melimpah ruah, tapi siangnya ogah ngapa-ngapain. Hidup damai tanpa beraktivitas, tapi rekening tiba-tiba gendut. Sungguh utopia yang indah.

Mari kita buka tulisan ini dengan kejujuran yang agak menyakitkan. Kalau sampean mengeklik artikel ini dengan harapan bakal menemukan rahasia pesugihan digital yang bisa mendatangkan duit instan, mendingan silakan pencet tombol back atau silakan tutup tab browser ini sekarang juga. Lanjut saja scroll TikTok sampai jempol sampean kram dan mata pedih.

Tapi, kalau sampean termasuk golongan orang yang serius pengin memulai bisnis—ingat, ya, hari ini, bukan besok, bukan lusa, apalagi nunggu “kalau mood lagi bagus”. Mari kita rapikan sedikit logika berpikir kita. Masalah sampean nggak pernah mulai bisnis itu, bukan karena nggak punya modal tumpukan uang rupiah, Bro. Masalah, sampean kebanyakan alasan, terlalu banyak mikir, menimbun teori yang nggak pernah dieksekusi, dan tentu saja: terlalu malas.

Satu hal yang perlu dicamkan, bisnis tanpa modal uang itu bukan berarti kerja bakti sosial yang serbagratis. Kalian tetap butuh modal. Bedanya, modal kalian kali ini bukan lembaran duit, melainkan otak yang harus dipaksa bekerja ekstra keras dan urat malu yang kudu sedikit diendurkan. Ketimbang energi kalian habis untuk memantau alias stalking akun Instagram mantan yang sudah bahagia dengan pacar barunya, mending energi itu dialihkancari cuan.

Sumber: https://jisprokota.com/ide-bisnis-tanpa-modal-modal-dengkul/

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Probolinggo?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Probolinggo
67221